Kejagung dan Kejari Jakpus Berhasil Cokok Buronan Kasus Bank Century

Buronan Kasus Bank Century RMJS (tengah) di interograsi tim Eksekutor gabungan Kejagung dan Kejari Jakpus.(foto.ist)
4 Kali dishare dan dibaca berkali-kali…

 

Trent.id — Buronan kasus pencucian uang Bank Century Raden Mas Johanes Sarweono (RMJS) Telah berhasil ditangkap oleh Tim Intelijen Kejaksaan Agung  bersama Tim Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat di Jakarta, Jumat (14/2/2020).

Buronan Kejaksaan RMJS di amankan oleh Tim Intelijen Kejagung bersama Tim Kejari Jakpus pada Jumat malam sekitar pukul 21.30 WIB di daerah Bintaro sector VTangerang Selatan,” hal tersebut sesuai keterangan resmi dari Kepala Pusat Penerangan  Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung Hari Setyono melalui siaran pers,Sabtu (15/2/2020).

Mantan Komisaris PT. Nusa Utama Sentosa itu telah di dakwa melakukan tindak pidana pencucian uang,dengan menerima kucuran dana dari Bank Century dalam pembayaran jual beli tanah milik yayasan fatmawati seluas 22 hektar.

Lanjut Kata Hari, jika Raden Mas Johanes Sarwono merupakan terpidana dalam tindak pidana yang telah dinyatakan terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana pencucian uang.

Turut serta menerima atau menguasai penempatan, pentransferan, pembayaran harta kekayaan, yang diketahuinya atau patut diduganya merupakan hasil tindak pidana, dalam pencucian uang karena menerima aliran dana Bank Century sebesar Rp 60.000.000.000,- (enam puluh miliar rupiah) dari PT Graha Nusa Utama (PT GNU) dalam pembayaran jual beli tanah Yayasan Fatmawati seluas 22 hektar,” jelas Hari.

Eksekusi pidana badan terhadap terpidana Raden Mas Johanes Sarwono dilakukan setelah pemanggilan terhadap terpidana untuk menjalani putusan Mahkamah Agung yang telah berkekuatan hukum tetap. “Namun terpidana selalu mangkir dari pemanggilan tersebut serta bersembunyi dan berpindah dari satu tempat ke tempat yang lain untuk menghindari tim eksekutor,”

Setelah berhasil mendapatkan terpidana, tim eksekutor langsung membawa terpidana menuju Lembaga Pemasyarakatan Salemba untuk menjalani pidana badan selama 6 (enam) tahun sesuai putusan Mahkamah Agung.(red)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *