Kementan Dukung, Potensi Kota Tomohon Bisa Kontribusi Benih Jagung Hibrida untuk Ekspor

  • Bagikan

 

Trent.id – Kementan RI yang diwakili oleh Direktur Perbenihan Ditjen Tanaman Pangan, Takdir Mulyadi mengatakan untuk mewujudkan keinginan Gubernur Sulawesi Utara (Sulut), Kota Tomohon dapat berkontribusi menjadi salah satu sentra pengembangan perbenihan jagung Hibrida Sulut sekaligus sebagai pengekspor benih jagung Hibrida ke Negara tetangga.

Hal tersebut Ia sampaikan ketika melakukan tanam perdana seluas 21 hektar perbenihan jagung Hibrida berbasis korporasi Varietas JH 37 di Desa Tarata Dua, Kecamatan Tomohon Barat bersama Kepala Dinas Pertanian, Perkebunan, Peternakan dan Perikanan Kota Tomohon (Steven Waworuntu) .

Sementara, Kepala Balitserealia-Badan Litbang Pertanian, Muhammad Azrai yang turut hadir di lokasi kegiatan menyambut positif dengan adanya program dari Perbenihan yang menurutnya bisa mempercepat hilirisasi hasil inovasi teknologi Balitbangtan untuk bisa dimanfaatkan hasilnya guna kesejahteraan petani.

Azrai menjelaskan, Balitsereal bersama BPTP Provinsi Sulawesi Utara akan siap bersinergi mengawal pendampingan teknologi program korporasi ini, mengingat kegiatan Korporasi Perbenihan telah dirasakan manfaatnya seperti halnya di Tuban Jawa Timur.

“Di Tuban bisa memberikan keuntungan lebih tinggi. yang biasanya 12 juta per hektar semusim, dengan usaha perbenihan menjadi dua atau tiga kali lipat keuntungannya, petani ada jaminan pasar dengan mediasi melalui mitra swasta,” terang Azrai.

Senada dengan hal itu, Kepala BPSBTPH Provinsi Sulawesi Utara juga menyatakan bahwa pihaknya siap mengawal dan mendukung sertifikasi benihnya. Ia juga menyebut, para petani di Tomohon telah berpengalaman di bidang produksi jagung jenis Hibrida.

“Tidak perlu diragukan lagi, Kota Tomohon telah 3 (tiga)  tahun ini pengalaman memproduksi jagung hibrida bahkan benihnya telah dipasarkan ke luar daerah (Sulteng dan Maluku Utara). Hal tersebut tidak lepas dari peran PBT di lapangan,” katanya.

Masih ditempat yang sama, Kepala Dinas Pertanian Kota Tomohon, menyampaikan apresiasi dan mengucapkan rasa terima kasih karena Tomohon terpilih mendapatkan alokasi kawasan perbenihan jagung Hibrida berbasis korporasi.

Ia juga menyatakan, pihaknya siap mendukung keberhasilan program ini dan jika dimungkinkan dapat diperluas, dimana kemampuan pengembangan lahan jagung Kota Tomohon seluas 400 hektar.

Di akhir pemaparanya, ia menjelaskan jika di lihat dari topografi Kota Tomohon perlu adanya  perhatian pemerintah pusat berbentuk bantuan sarana prasarana perbenihan termasuk pendampingan dan jaminan market.

“Karena permasalahan selama ini adalah tidak ada jaminan pemasaran. Harapannya, program ini sukses, dirasakan manfaatnya oleh petani karena usaha sektor perbenihan lebih menguntungkan daripada tanam kunsumsi,” pungkasnya.

Kontributor (Retno Setianingsih, Sukmawati Aribe)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *