Kementan Sebut, Normalisasi Embung Bawa Harapan Besar Publik Pesawaran

  • Bagikan

 

Trent.id,LAMPUNG – Dalam rangka meningkatkan produksi tanaman pangan khususnya padi, salah satu upaya dilakukan melalui peningkatan Luas Tambah Tanam (LTT) budidaya padi. Upaya tersebut dapat tercapai jika faktor input lainnya terpenuhi, terutama ketersediaan air untuk mengairi lahan atau sawah petani.

Ketersediaan air saat ini untuk budidaya tanaman sangat terbatas, terutama dengan terjadinya musim kemarau yang berkepanjangan dan belum turun hujan, sehingga banyak lahan petani yang tidak dapat ditanami. Hal tersebut di jelaskan oleh Direktur Perbenihan Tanaman Pangan dari Kementrian Pertanian (Kementan) yang akrab di sapa Takdir.

Selain itu, ia juga menyebut berdasarkan kunjungan lokasi Tim Kementan di Desa Lambirejo, Kecamatan Negeri Katon, Kabupaten Pesawaran, Lampung, terdapat satu lokasi Embung seluas kurang lebi 1 (satu) Hektar yang merupakan aset Pemerintah Desa setempat, yang masyarakat setempat sering menyebutnya dengan nama Embung (Cek Dam) Sangubanyu.

Ketersediaan air di Embung tersebut sangat melimpah, namun demikian ketersediaan air yang melimpah tersebut belum dapat dimanfaatkan oleh masyarakat setempat untuk mengairi lahan/sawah disekitarnya yang memiliki potensi lahan sekitar 500 Ha.

Lebih jauh, Takdir mengungkapkan, ketersediaan air yang melimpah tersebut karena selain terdapat sumber mata air juga menjadi lokasi penampungan air hujan dari perbukitan disekitarnya.

“Permukaan Embung dan saluran air (gorong-gorong) yang ada disekitarnya saat ini telah dipenuhi oleh semak belukar (rumput) dan lumpur sehingga menyumbat aliran air ke lahan atau sawah petani,” kata Takdir, menjelaskan.

Menurut Takdir, normalisasi Embung ini dapat meningkatkan luas tambah tanam padi dan palawija pada areal disekitarnya kurang lebih 500 Hektar, yang kondisinya saat ini lahan-lahan tersebut mengalami kekeringan.

“Pembicaraan kegiatan normalisasi Embung sejatinya telah dimulai sejak akhir Agustus 2019 lalu yang dimotori oleh Kasubdit Pengawasan Mutu Benih (Catur Setiawan),” ungkap Takdir yang juga penanggungjawab UPSUS di Kabupaten Pesawaran-Lampung tersebut.

Di akhir penyampainya, Takdir mengaku bahwa pihaknya telah melakukan berkoordinasi dengan Dinas Pertanian Kabupaten Pesawaran, Perangkat Pemerintah Desa dan masyarakat setempat.

“Antara lain seperti Kades, KUPT Pertanian, LPM, P3A, PPL, Gapoktan (Petani) dan operator alat untuk melakukan normalisasi Embung agar air yang tersedia melimpah tersebut dapat dimanfaatkan untuk mengairi sawah disekitarnya,” tandas Takdir.

Senada denga hal tersebut, Kasie Sertifikasi Benih Kementan, Sri Rusmi Studyningsih mengungkapkan, pada saat kunjungan pertamanya ke lokasi Embung mengarahkan agar normalisasi Embung menjadi perhatian utama seluruh elemen masyarakat di Pesawaran.

“Sehingga masyarakat disekitarnya mendapatkan manfaat besar dengan meningkatnya produksi pertanian serta dapat meningkatkan indeks pertanaman (IP) yang selama ini dalam setahun hanya dapat ditanami 1-2 kali menjadi 3 kali tanam,” terangnya.

Sri Rusmi juga menjelaskan, kegiatan normalisasi Embung telah dimulai pada tanggal 4 September 2019, dengan mendatangkan satu Eskavator yang berasal dari Brigade Alsin dari Kabupaten setempat, yang dioperatori oleh masyarakat setempat yang telah berpengalaman mengoperasikan eskavator.

“Pada tahap awal kegiatan ini dimulai dengan melakukan perataan tanah di pinggir Embung untuk tapakan jalan eskavator, dilanjutkan dengan pengerukan pinggiran Embung dan pembersihan saluran air/gorong-gorong, yang diperkirakan butuh waktu lebih dari 10 Hari,” tukasnya.

Sementara, menurut Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Pesawaran, bahwa beberapa lokasi konturnya lebih tinggi dari permukaan air di Embung, maka diperlukan bantuan pompa air untuk mengalirkan air dari Embung bantuan pompa air sementara dapat dipinjamkan dari Dinas Pertanian Provinsi Lampung.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Pesawaran juga telah mengajukan proposal usulan bantuan pompa air kepada Direktur Jenderal Tanaman Pangan maupun kepada Direktur Jenderal Sarana Prasarana Pertanian, Kementerian Pertanian.

Tak luput pengawalan dari Kementan (PBT/Munandar) dalam pelaksanaan pada tahap awal kegiatan normalisasi. Menurutnya keterlibatan masyarakat dalam pemeliharaan Embung setelah normalisasi jauh lebih penting dan menjadi penentu keberhasilan pembangunan pertanian setempat.

Disarikan oleh : Ir. Munandar, MM

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *