Produksi Benih Jagung Hibrida, Kementan Apresiasi Petani di Bone

  • Bagikan

 

Trent.id, BONE | SULSEL – Direktur Perbenihan Kementrian Pertanian Republik Indonesia, Takdir Mulyadi menyampaikan apresiasi terhadap para petani yang telah mendukung program Gubernur Sulawesi Selatan ‘Sulawesi Selatan menjadi Provinsi Mandiri Benih Jagung Hibrida Tahun 2020’ di Kabupaten Bone.

Hal tersebut Ia sampaikan di sela-sela melakukan tanam perdana kegiatan penangkaran benih jagung Hibrida berbasis korporasi seluas 100 hektar (ha) varietas Nasa 29 yang berlangsung di Kabupaten Bone, Provinsi Sulawesi Selatan, Kamis (28/11).

Pria yang akrab di sapa Takdir ini juga menyebut, Kementerian Pertanian bersinergi mendukung Provinsi Sulawesi Selatan untuk meningkatkan kapasitas petani yang pintar membuat benih secara mandiri dengan memberikan fasilitas bantuan sarana produksi kepada poktan berupa bantuan benih tetua, pupuk, insektisida dan herbisida.

“Suksesnya program ini, diperlukan kerjasama semua pihak Pemerintah Pusat dan daerah juga swasta, untuk hilirnya harus ada pengopkup benih (dalam hal ini PT Benindo) dimana benih nantinya akan di alokasikan untuk mendukung program pemerintah tahun 2020 maupun dijual free market,” terang Takdir.

Selaras dengan hal tersebut, Kepala Balitserealia – Badan litbang Pertanian, Azrai menyampaikan rasa sukur kepada petani Bone yang dipercaya mendapatkan kegiatan ini.

Ia berharap, petani Bone bisa membuat benih sendiri serta bangkit dan mempunyai usaha benih di daerahnya untul menjadi petani mandiri.

Lebih lanjut, Kepala Bidang Tanaman Pangan Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) ini menjelaskan, Bone merupakan salah satu penyumbang terbesar jagung di Sulsel.

Azrai menilai, selama ini hampir semua kebutuhan benih jagung Hibrida dipenuhi dari luar daerah.

“Kegiatan ini peluang bagi petani Bone agar bisa membuat benih insitu untuk mewujudkan impian Gubernur jadi Mandiri Benih Jagung Hibrida,” ungkap Azrai.

Sementara itu, Kepala BPSB Provinsi Sulawesi Selatan, Nico siap mengawal proses sertifikasi mutu benih. Menurutnya, hal tersebut tidak lepas dari peran pengawalan Pengawas Benih Tanaman (PBT) di lapangan.

“Harapannya meskipun tidak ada program korporasi, petani bisa berlanjut terus, petani sejahtera dan mandiri,” terang Nico.

Masih ditempat yang sama, Ketua kelompol tani ‘Awang Pulu’, Usman mengaku senang dengan adanya bantuan benih jagung Hibrida. Ia menyebut, dengan mendapatkan perhatian pemerintah petani sangat terbantu.

Ia menilai, harga calon benih yang akan dibeli di atas harga konsumsi yang biasa dibeli Rp. 3.000 per kilogram dan harus mengeringkan berupa pipilan kering. Nantinya jika panen program ini, calon benih dibeli Rp. 5.000 per kilogram kering tongkol sawah.

“Bayangkan, keuntungan petani bisa dua kali lipat dari jual jagung konsumsi biasa dan, ga usah pusing mikirin pasar,” kata Usman.

Usman berharap, bantuan korporasi jagung Hibrida oleh pemerintah dapat membantu petani mengurangi biaya produksi saat masuk musim tanam.

“Petani diuntungkan, makin bersemangat dan menjadi petani handal memproduksi benih jagung secara mandiri,” pungkasnya. (Retno)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *